SDN Tanah Kalikedinding II Ikut Berpatisipasi dalam pengurangan sampah melalui biopori
Permasalahan pengelolaan sampah ini tidak serta merta hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja,namun permasalahan ini adalah masalah bersama yang tersistematis dan terintegrasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Penanganan persampahan tidak terlepas dari upaya pembentukan kebiasaan baik di tengah masyarakat. Kurangnya kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan atau ketidak didsiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan – aturan yang telah ditetapkan. Seperti tidak mematuhi jadwal pengumpulan sampah, malas meletakkan sampah di tempat yang telah ditentukan, dengan alasan jauh lalu pada akhirnya sungai, lahan kosong menjadi sasarnan kemalasan tersebut. Lalu pertanyaannya, apakah seluruh masyarakat tidak menginginkan lingkungan tempat tinggal yang bersih? Tentu tidak.
Salah satu cara mengompos yang mudah adalah dengan membuat lubang biopori. Biopori adalah lubang slindris yang dibuat vertical ke dalam tanah dengan diameter 5 – 10 cm dengan kedalaman 50 – 100 cm. (www.zerowaste.id). Biopori ini selain berfungsi sebagai resapan air , juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga. Pembuatan lubang biopori sangat mudah dan sederhana, metode ini cukup efektif dilakukan di lingkungan perkotaan yang padat penduduk dan terbatasnya luas lahan. Dengan metode ini masyarakat dapat mengelola sampah dengan mudah, murah dan berkah. Metode Lubang Biopori ini mudah dibuat, murah tanpa memerlukan alat canggih dan berkah karena sampah yang dimasukkan ke dalam lubang biopori dapat dipanen dan dijadikan kompos.
Sekolah kita SDN Tanah Kalikedinding II sudah mempunyai banyak lubang biopori, dengan adanya lubang biopori ini diharapkan pengurangan sampah mulai dari sumbernya dapat maksimal. Peran serta masyarakat sangat diperlukan agar penanganan sampah organic ini dapat teratasi mulai dari hulu. Masyarakat akan mendapat banyak manfaat, mengurangi genangan air di musim penghujan, sampah rumah tangga terkelola dengan baik dan hasilnya dapat menghasilkan kompos yang dapat digunakan untuk bercocok tanaman di pekarangan rumah (vertical garden). dengan adanya lubang biopori di sdn tanah kalikedinding II berharap dapat mengurangi sampah.Pokja dari Kader Adiwiyata SDN Tanah Kalikedinding II Sedang Merawat Lubang Biopori
Kader Adiwiata merawat lubang biopori dengan mengisi lubang biopori dengan sampah organik secara bertahap setiap lima hari sekali sampai lubang terisi penuh dengan sampah. Lubang resapan biopori yang sudah terisi penuh dengan sampah dapat kita biarkan selama tiga bulan agar sampah tersebut nantinya menjadi kompos.
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar